What's new
Live Casino Sbobet Online Agen Live Casino Online ituCasino Judi Poker Domino 99 ituQQ
Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia
Banner
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Banner
Agen Terpercaya Oppa Bet Online
Kikil.Net

Register a free account today to become a member! Once signed in, you'll be able to participate on this site by adding your own topics and posts, as well as connect with other members through your own private inbox!

  • Guest BUATLAH THREADS PADA CATEGORY YANG DI SEDIAKAN
    Segala Bentuk Spam Akan di Hapus Secara Keseluruhan Threads & Post, Bantuan Email : FORUMSODASUSU@GMAIL.COM
    CEK EMAIL VERIFIKASI REGISTER DI FOLDER SPAM
Agen Bola Agen Bola Agen Poker togel online Situs Sbobet Online Bandar Poker Sakong BandarQ Online

Sulasmi

cukimbe

New member
Joined
Jan 12, 2014
Messages
1,588
Reaction score
0
Points
0
Aku anakpertama dari lima bersaudara. Usiaku menginjak 16 tahun manakalaorangtuaku harus pindah tugas dari kota K ke kota P. Alhasil waktu ituaku baru dua bulan masuk kelas 1 SMA sayang jika harus pindah, apalagisekolahku adalah sekolah swasta yang membutuhkan biaya banyak.

Atas kebijakan orangtuaku, aku harus kos. Maka aku diantar olehkedua orangtuaku dan keempat adik-adikku menempati kos baru. Rumahkosku sangat besar, dengan model kuno khas ukiran Jepara. Berbentukletter L dengan halaman luas, terdapat sepasang pohon mangga. Ruangtamu yang memanjang kebelakang yang bersekat dimana terdapat empatkamar di bagian tengahnya yang berhadapan langsung dengan ruang makan.Semuanya berjumlah sepuluh kamar. Aku sendiri berada di kamar terakhirdi bagian letter L-nya. Empat kamar termasuk kamarku berakses langsungkeluar melalui pintu samping dengan halaman kecil di tanami pohonmangga kecil. Dipisahkan oleh tembok belakang sebuah rumah.

Teman-teman kosku waktu itu bernama Mbak Mamiek, Mbak Mur, MasPrayitno, Mbak Srini, Indarto, Sularno dan pemilik Kos. Rumah bagiandepan yang tepat membatasi kamarku memiliki dua anak perempuan, Sulasmikelas tiga SMP dan Sutarmi SD ke las 6.

Ukuran tubuhku biasa-biasa saja 168, berat 60 dengan tahi lalat didagu sebelah kanan dan rahang sebelah kiri yang kata mbak Srini menarikdan sekaligus membuatku manis kata mbak Srini, padahal aku laki-lakitulen hal ini nanti aku ceritakan. Ukuran penisku juga normal, tegaklonjong keatas tanpa membengkok. Setiap pagi semenjak duduk di SD akuselalu merendam dengan teh basi selama 10 menit-tanpa diberi gula loh(entar di krubut semut, bisa berabe he.. he..), lalu pelan-pelan dikocok-kocok, diremas jangan sampe keluar mani (seringnya sih keluar,abis enak sih). Itu kata anak-anak kos sebelah rumahku dahulu, entahbenar atau tidak. Manfaatnya? Itu juga aku belum tahu.

Hari-hari berlalu, aku sudah mulai terbiasa dengan lingkungankuyang baru, aku sering keluar dengan teman-temanku yang baru. Terutamamas Prayit sering meminta menemaniku untuk menemui pacarnya, sebel jugahabis jadi obat nyamuk sih. Saat kami pulang sering kami berjumpadengan Sulasmi. Kami berhenti dan mas Prayit sering menggoda cewek itu,orangnya sih khas cewek K, radak item dibilang cantik juga enggak,manis juga enggak. Lalu apa dong, yah kayak gitu lah.

Lama kelamaan aku juga iseng-iseng ikut menggodanya. Dia pulang jam12.45 sedangkan aku pulang jam 13.30 dan Cuma aku yang masih sekolahteman-teman kosku sudah bekerja semua, paling cepat jam 17 mereka barupulang praktis cuman aku yang pulang awal.

"Duh, lagi santai ya Mi," begitulah kalau aku memanggilnya.

"Baru pulang mas?"

Aku mendekat, dia hanya mengenakan celana pendek olahraganya danberkaos tanpa lengan sedang membaca sebuah novel. Lumayan, tidakhitam-hitam amat demikian pikirku manakala ekor mataku menelusurikakinya.

Begitulah, sering aku menggodanya dan nampaknya dia suka. Nalurilaki-lakiku mengatakan kalau dia sebenarnya ada hati kepadaku. Atasdasar keisengan, aku membuat sebuah surat di atas kertas surat berwarnapink dan harum dengan ukuran tulisan agak besar. Sangat singkat,"Lasmi, I love u" kemudian pada malam harinya aku sisipkan di jendelakamarnya, dari luar aku dengar dia sedang bersenandung kecilmenyanyikan lagu dangdut kesukaanya.

Dengan cepat kertasku tertarik masuk, hatiku terkesiap takutkalau-kalau bukan Lasmi yang menariknya. Tidak beberapa lama lampudimatikan dan jendela terbuka, ah Lasmi melongokkan kepalanya keluar.Ketika dia melihatku dia tersenyum lalu melambai supaya aku mendekat.Kemudian aku mendekat. Ketika aku mendekat tiba-tiba

"Cuupp…!"

Lasmi mengecup bibirku, aku terperanjat atas perlakuan itu. Belumlagi keterkejutanku hilang Lasmi mengulangi perbuatannya. Kali inidengan sigap aku rengkuh pundaknya, aku lumat bibirnya. Gantian Lasmiyang terkejut, dia hanya ingin menjawab suratku dengan kecupan kilatjustru aku tidak kalah cepat. Lidahku meliuk-liuk dalam mulutnya yangmenganga karena terkejut, tampak sekali dia belum pernah melakukanciuman.

"Mmmppphh..."

Lalu tubuhnya mengejang, rona wajahnya memerah desiran panas napaskami mulai memburu. Lasmi memejamkan matanya pelan dia mulai mengikutilidahku yang menjelajah rongga mulutnya dan dia melenguh pelan tertahanmanakala lidah-lidahku menaut lembut lidahnya. Refleks tangan kirinyamerengkuh tengkukku, menarik lembut kepalaku dan tangan kirinyabertopang pada tepian daun jendela.

Dalam suasana gelap, pelan aku turunkan telapak tangan kananku dan meraih gundukan payudaran sebelah kirinya.

"Ah..!"

Lasmi melenguh lirih dan terkejut, menepis pelan tanganku.

"Sudah malam, besok yah?" Bisiknya lirih, memberiku satu kecupan dan menutup daun jendela. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

Aku kembali kekamarku, tidak kuasa menolak desakan birahi aku lepassemua pakaianku. Dengan tidur terlentang jemari telunjut dan ibu jarikumenjepit erat batang kontolku dan aku tegakkan membuat kepala kontolkudan otot-ototnya merah membesar. Telapak tangan kiriku menggosok-gosokpelan, sementara cairan bening sudah keluar dari kepala kontol yangmemerah.

Mataku terpejam, aku pentang kedua kakiku lebar-lebar danmembayangkan Lasmi yang sempat aku pegang payudaranya yang kecil lembuttadi.

"Ah...!"

"Ssstt..."

Kepalaku berdenyut-denyut dan tubuhku terasa melayang tanpa terasakocokanku semakin cepat seiring desah napasku yang mulai memburu.

"Ahhhh... hhh...!”

"Croot... croott... croottt...!"

Airmaniku menyembur dengan dasyat, kali ini cukup banyak mengingat kali pertama aku berciuman dan meremas milik perempuan.

Paginya seperti biasa aku siap-siap hendak berangkat, aku biasanaik angkutan umum toh motor juga ada tapi enggak seru. Kebetulanangkutan kosku pangkalan kedua angkutan jadi belum banyak penumpangnyadan aku bisa memilih tempat duduk. Nah, serunya pas pangkalan ke tigasudah mulai penuh anak-anak sekolah apalagi jalurnya melewati tiga SMAdan 1 SMP, bayangkan deh pas penuh-penuhnya lumayan dapat senggolansusu, he... he...

Sulasmi sudah menunggu di samping rumahnya di balik kerindanganpohon Mahkotadewa. Aku berangkatnya agak siang, soalnya sekolahku masukpukul 7.15, maklum banyak atlit Pelatnas yang bersekolah disekolahkudan biasanya Lasmi sudah berangkat, pasti dia menungguku toh semenjakmalam itu aku resmi jadi pacarnya.

Aku menengok kekanan dan kekiri, kedua orangtua yang seorang gurudan adiknya sudah berangkat semenjak tadi, Lasmi biasa menggunakansepeda.

"Maaf tadi malam, marah?"

Senyuman dan guratan giginya semakin tampak putih dipadu rona wajahnya yang coklat kehitaman.

"Tidak tuh," seraya aku menghampirinya di kerimbunan. Entah mengapadia juga beranjak semakin masuk ke lorong samping rumahnya dan tentunyakami semakin tidak tampak dari luar.

"Habis surat kamu sudah malam sih."

Aku raih tangannya dan pelan aku rapatkan tubuhku kearahnya dan akucium bibirnya ah.. dingin-dingin empuk. Lidah-lidah kami bertautan,matanya terpejam. Jarum jam menunjukkan pukul 6.35 jadi masih ada waktubuat bercinta!

Berlahan aku lingkarkan kedua tanganku kepinggangnya, dia hanya terdiam ...
 

Top