What's new
Live Casino Sbobet Online Agen Live Casino Online ituCasino Judi Poker Domino 99 ituQQ
Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia
Banner
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Banner
Agen Terpercaya Oppa Bet Online
Kikil.Net

Register a free account today to become a member! Once signed in, you'll be able to participate on this site by adding your own topics and posts, as well as connect with other members through your own private inbox!

  • Guest BUATLAH THREADS PADA CATEGORY YANG DI SEDIAKAN
    Segala Bentuk Spam Akan di Hapus Secara Keseluruhan Threads & Post, Bantuan Email : FORUMSODASUSU@GMAIL.COM
    CEK EMAIL VERIFIKASI REGISTER DI FOLDER SPAM
Agen Bola Agen Bola Agen Poker togel online Situs Sbobet Online Bandar Poker Sakong BandarQ Online

Setelah "Kehabisan Kata", Kini Pusakata Kembali Dengan Lagu "Cemas"

mathew.001

New member
Joined
May 17, 2018
Messages
26
Reaction score
0
Points
0
Pasca hengkang dari grup band Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab dipanggil Is, saat ini tengah menggarap proyek baru dengan nama panggung Pusakata. Pada Kamis (7/6) lalu, dirinya baru saja merilis single berjudul ‘Cemas’ online.

Setelah “Kehabisan Kata”, Pusakata Kembali dengan lagu baru

Tak butuh waktu lama untuk Pusakata kembali merilis sebuah single baru. Belum genap tiga bulan setelah melepas 'Kehabisan Kata' online, kini ia mengenalkan 'Cemas'. Seperti judulnya, lagu baru Pusakata kali ini diisi dengan lirik yang getir. Namun semua itu dibalut dengan melodi yang manis, seperti yang diutarakan dalam keterangan persnya, Selasa (12/6/2018). Mohammad Istiqamah Djamad, atau yang biasa dipanggil Is -nama lain asli Pusakata, memberikan iringan dua gitar dan satu cello membuat lagu tersebut menjadi begitu spesial.

Tentang lirik lagu tersebut

Dari dapur lirik, Pusakata mengungkapkan berbagai ketakutan anak-anak yang sering menjadi korban dalam sebuah konflik, perang, kekerasan dalam rumah tangga hingga kekerasan seksual. Pusakata menggambarkan anak-anak yang ingin lari dari tempat yang gelap tersebut. Namun mereka seperti tidak tahu harus berlindung ke mana. "Saya membuat lagu ini dengan tiga bagian terpecah. Di depan ada kecemasan, di tengah ada melodi manis yang membungkus refrain, dan di bagian akhir tetap ada ketakutan. Soalnya ke manapun mereka lari, anak-anak akan tetap dihantui," ungkap pelantun “Di Atas Meja” online.
 

Top